Magnitudo Pengukuran Gempa yang Lebih Akurat dari Skala Richter

Gempa Bumi adalah peristiwa di mana bumi bergetar akibat keluarnya energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempengan tektonik. Gempa bumi juga seringkali menyebabkan kerusakan yang besar, tergantung dengan kekuatan dan kedalaman guncangan.


Untuk mengetahui berapa besar kekuatan gempa, para ahli menggunakan alat bernama seismograf. Alat ini merekam getaran bumi yang kemudian dikonversi menjadi angka kekuatan gempa melalui skala pengukuran. Ada dua istilah yang sering muncul, yaitu Magnitudo dan Skala Richter. Istilah kedua ini digunakan untuk mengukur kekuatan gempa, namun sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan dalam metode pengukurannya.


Skala Richter yang dikembangkan oleh Charles F. Richter pada tahun 1935, awalnya digunakan sebagai alat untuk mengukur gempa yang terjadi di California. Skala Richter masih digunakan, terutama pada gempa kecil hingga menengah yang tercatat secara lokal, Untuk gelombang gempa besar Skala richter tidak seakurat magnitudo momen dalam mencatat keseluruhan energi yang dilepaskan.


Magnitudo adalah ukuran kekuatan gempa yang dihitung berdasarkan jumlah energi yang dilepaskan oleh gempa tersebut. Skala magnitudo yang mampu menyatakan jumlah energi dari sumber gempa bumi secara lebih akurat adalah Magnitudo momen (Mw). Karena itu, Magnitudo Momen dianggap lebih akurat, terutama dalam mencatat gempa besar yang sering terjadi di Indonesia.


Salah satu contoh penerapan skala magnitudo di Indonesia yaitu saat terjadi gempa di Cianjur tahun 2022. Berdasarkan data BMKG, gempa cianjur memiliki kekuatan sebesar 5,6 magnitudo dengan pusat gempa berada di darat 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur pada kedalaman 10 km. Guncangan terasa kuat karena gempa tersebut termasuk kategori dangkal. Dalam peristiwa itu, Sekolah relawan turut terjun langsung membantu korban, menyalurkan bantuan, serta melakukan pendampingan psikososial bagi penyintas. Pemahaman Magnitudo sangat membantu bagi relawan untuk memahami potensi dampak dan menyiapkan strategi penanganan di lapangan.

Dengan demikian, meski kedua skala ini sering digunakan untuk menggambarkan kekuatan gempa, perbedaan utamanya terletak pada cara perhitungan energi gempa. Magnitudo Momen lebih cenderung digunakan oleh para ilmuwan modern karena mampu mencakup gempa besar dengan lebih tepat, smentara Skala Richter lebih digunakan untuk gempa kecil dan lokal. Pemahaman ini penting bukan hanya bagi ilmuwan, tetapi juga bagi masyarakat dan relawan agar lebih siap dan tanggap terhadap bencana.


Penulis: Siti Fauziyah Handayani
Editor: Firda Aulia Ramadanti