Kepala BMKG Tetapkan Siaga, La Nina Terdeteksi
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan adanya potensi La Nina lemah karena adanya perbedaan suhu di Samudra Pasifik dan berdampak wilayah kepulauan Indonesia.
Lalu, apa itu La Nina?
La Nina merupakan fenomena alam saat suhu di permukaan laut wilayah Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Karena hal tersebut, angin timur akan bertiup lebih kuat dan mendorong udara lembap ke arah Indonesia, sehingga menyebabkan curah hujan meningkat.
Namun, meski La Nina lemah yang diprediksi masuk ke Indonesia efeknya tetap harus diwaspadai terutama di daerah rawan bencana. Dampak yang terjadi mulai dari curah hujan meningkat terutama di wilayah barat dan tengah, meningkatnya risiko banjir dan longsor, tingginya kelembapan udara dan suhu udara yang lebih sejuk, terhambatnya proses panen bagi para petani jika hujan terlalu sering.
"Mohon untuk disiagakan bagaimana kita semua siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang akan semakin meningkat di masa-masa puncak musim hujan, bulan November 2025 hingga Februari 2026,” tegas Kepala BMKG