Tenda yang Lebih Layak untuk Balita dan Anak-Anak Pasaman

Tinggal dipengungsian bukanlah impian, termasuk bagi warga Pasaman. Hampir semua kepala keluarga di Kampung Guguang, Jorong Siparayo, Nagari Malampah, Kec. Tigo Nagari, Pasaman tinggal di bawah tenda pengungsian.

Gempa berskala M 6,2 yang terjadi 25 Januari lalu masih meresahkan para warga. Lebih dari 14 ribu warga Sumatera Barat berada di pengungsian wilayah Kabupaten Pasanam dan Pasaman Barat. Menurut informasi dari BNPB, ada 8.000 warga Pasaman Barat mengungsi di 35 titik di Kecamatan Talamau, Pasaman dan Kinali.  Sedangkan di kabupaten Pasaman, sebanyak 6.785 warga mengungsi.


Selain trauma dengan gempa, masyarakat di sini juga geliasah akibat banjir bandang lumpur yang terjadi di Lereng Gunung Talamau. Ditambah cuaca yang saat ini sering turun hujan, cemas melingkupi para orang tua yang memiliki balita.

Tenda penyintas di Kampung Guguan ini hanya terbuat dari terpal ini rawan penyakit untuk balita dan anak-anak. Total ada 41 anak-anak dan 9 balita, 4 balita lainnya masih berusia dibawah 1 tahun.


Melihat kondisi yang memprihatinkan, tim SDR berinisiatif mendirikan Tenda Keluarga untuk ibu-ibu yang masih menyusui dan anak-anak. Agar ketika malam turun hujan mereka tidak kedinginan dan merasa nyaman.


Saat ini warga di Kampung Guguan, Pasaman, masih membutuhkan tenda yang lebih banyak. Tim Sekolah Relawan masih terus mengupayakan bantuan.