Tim SDR Sekolah Relawan Respon Cepat Bencana Erupsi Gunung Semeru
Status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru resmi diperpanjang hingga 2 Desember 2025. Keputusan ini diambil setelah rangkaian aktivitas vulkanik terus menunjukkan peningkatan sejak letusan besar pertama pada 19 November 2025, yang memuntahkan kolom abu setinggi lebih dari empat kilometer dan memicu aliran awan panas ke beberapa sektor lereng.
Situasi kembali memburuk pada 25 November, ketika Semeru kembali erupsi dan mengirimkan lontaran material vulkanik, menyebabkan jarak pandang menurun serta memaksa ribuan warga tetap berada di pengungsian.
Sejak hari pertama letusan pada 19 November, Tim Social Disaster Rescue (SDR) Sekolah Relawan langsung bergerak menuju wilayah Supiturang. Para relawan diterjunkan untuk mendukung proses evakuasi warga dari zona rawan, menyisir permukiman yang terisolasi, hingga mengamankan jalur keluar menuju titik-titik pengungsian. Respons cepat ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di area bahaya, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Selain itu, relawan turut mendukung pendirian posko, pemetaan lokasi terdampak, pembersihan fasilitas umum dan rumah warga, hingga memastikan jalur evakuasi aman dari hambatan seperti pohon tumbang atau endapan abu tebal.
Kondisi aktivitas gunung yang masih fluktuatif, perpanjangan status tanggap darurat diharapkan dapat memastikan dukungan kemanusiaan tetap berjalan optimal. Hingga kini, relawan bersama berbagai pihak terus siaga di lapangan demi menjaga keselamatan warga di sekitar kawasan Gunung Semeru.
Penulis: Firda Aulia Ramadanti
Dokumentasi: Adhe Noegraha