Sekolah Relawan Sigap Turun ke Bencana Longsor Majenang
Bencana longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kec. Majenang, Kab. Cilacap terjadi pada 13 November 2025. Saat warga desa sedang beristirahat di malam hari di tengah teduhnya hujan, tenyata berubah menjadi bencana yang tidak pernah dibayangkan.
Hujan deras yang mengguyur dalam waktu berjam-jam menyebabkan keretakan tanah tebing dan berakhir terjadi longsor hingga menimpa dua dusun, yaitu Dusun Cibaduyut dan Dusun Tarukahan pukul 19.20 WIB.
Melihat situasi tersebut, Tim Social Disaster Rescue (SDR) Sekolah Relawan melakukan respon cepat untuk membantu proses evakuasi maupun penanganan awal untuk korban yang mengungsi.
Terlibat dalam Operasi SAR Pencarian Korban
Begitu sampai di lokasi, Tim SDR Sekolah Relawan langsung terjun dan terlibat dalam operasi pencarian korban yang tertimpa. “Hujan deras masih terus mengguyur daerah Desa Cibeunying, ini jadi tantangan bagi kami para relawan dalam proses pencairan korban”, ucap Yan Alif, Tim SDR Sekolah Relawan. Hingga saat ini, dari 23 korban yang hilang, 20 telah ditemukan. Tiga lainnya masih dalam proses pencairan.
Penyaluran Pangan untuk Para Penyintas
Tim SDR Sekolah Relawan tidak hanya terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban, tetapi juga bergerak cepat menyalurkan bantuan awal bagi para penyintas yang mengungsi. Relawan turun langsung ke titik-titik pengungsian untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, mulai dari distribusi makanan siap saji hingga air mineral bagi warga yang masih bertahan di pos evakuasi. Kehadiran para relawan di lapangan menjadi tenaga kunci yang menjaga alur bantuan tetap berjalan, sekaligus memastikan setiap korban merasakan dukungan dan kepedulian sejak hari-hari pertama bencana.
Bersihkan Area Longsor untuk Percepat Pencairan
Selain menggunakan alat berat dalam proses pencarian korban, Tim SDR Sekolah Relawan juga melakukan berbagai aksi pendukung di lapangan untuk mempercepat dan memudahkan proses tersebut. Relawan terlibat dalam pembersihan area longsor, mulai dari pemotongan pohon tumbang, penyingkiran material tanah dan bebatuan, hingga membuka akses jalan yang tertutup agar tim evakuasi bisa bergerak lebih efektif. Upaya-upaya ini menjadi bagian penting dari kerja kolektif relawan demi memperluas jangkauan pencarian dan mempercepat penanganan di lokasi bencana.