Bantu
Pangan

Bantu Pangan

Indonesia menduduki peringkat 62 dari 113 negara untuk index ketahanan pangan. Sebagai negara agraris, tentu hal tersebut masih tergolong rendah. Terlebih setiap tahun Indonesia masih impor produk pangan. Bisa dikatakan hal tersebut terjadi karena kebutuhan pangan terus meningkat namun produksi pangan nasional tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut (high demand but less supply).

Lalu apa solusi yang bisa kita beri?

Masalah pangan di Indonesia tidak hanya soal ketersediaan namun juga kejangkauan terutama untuk kelompok rentan dan miskin.

Selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik serta mendukung pertanian berkelanjutan,

Sekolah Relawan berupaya berperan dalam penyediaan pangan yang dapat menjangkau masyarakat ekonomi rendah yang kekurangan. Melalui program yang berfokus pada bidang pangan seperti Beras Yatim, Warung Makan Rakyat, Food Box, Free Food Car (FFC), Ketuk Berkah, dan Obsesi Qurban.

Kami telah menjadi bagian dari ketahanan pangan Indonesia untuk umat manusia yang lebih sejahtera.